Sejarah Penyakit Lupa Nunun Daradjatun
Amnesia yang diderita Ibu Nunun, merupakan penyakit yang muncul paska stroke.

VIVAnews - Nunun Nurbaeti Daradjatun sudah dua kali tidak menghadiri sidang sebagai saksi perkara suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.
Dalam dua kesempatan sidang itu, Nunun mengirimkan surat keterangan kepada jaksa dan hakim. Istri mantan Wakil Kepala Polri Komjen (Purn) Adang Daradjatun itu mengaku sedang mengalami sakit pelupa berat
Kepada VIVAnews, Selasa 6 April 2010, dr Andreas Harry, menceritakan sejarah penyakit pelupa berat Nunun itu. Menurutnya, Nunun divonis menderita amnesia berat sejak September tahun 2006.
"Saya menangani ibu Nunun sudah 3,5 tahun, mulai dari gejala awal sampai saat ini," kata Andreas di RS Gading Pluit, Jakarta.
Awalnya Ibu Nunun datang dengan keluhan sakit di sekujur badan. Lalu pada 25 Juli 2009, ibu Nunun mengalami stroke sebelah kiri. Setelah berhasil disembuhkan, Ibu Nunun mengalami Amnesia pada 15 November 2009 oleh dr Sidiarto Kusumoputro.
Amnesia yang diderita Ibu Nunun, papar dr Andreas, merupakan penyakit yang muncul paska stroke. Setelah itu, pada 2 dan 15 Maret 2010, Ibu Nunun menjalani Physical Matric Testing di Singapura. Dan hasilnya, memory diclyne atau gangguan fungsi memori otak.
Nunun Daradjatun disebut memiliki peran sentral dalam kasus cek pelawat ini. Dalam surat dakwaan, empat terdakwa menerima cek perjalanan dari Nunun Nurbaeti Daradjatun melalui Ahmad Hakim Safari Malangjudo alias Arie Malang Judo.
Cek itu diterima karena atau berhubungan dengan sesuatu yang bertentangan dengan kewajiban, dilakukan atau tidak dilakukan dalam jabatannya dari Nunun Nurbaeti Daradjatun terkait pemilihan Miranda Swaray Goeltom menjadi Deputi Gubernur Senior BI. Nilai keseluruhan cek adalah sekitar Rp 24 miliar.
